Area Kunci Audit Kinerja di Direktorat Jenderal Anggaran

Area kunci dalam audit kinerja adalah area, bidang atau kegiatan yang merupakan fokus audit dalam entitas. Pemilihan area kunci harus dilakukan mengingat luasnya bidang, program, dan kegiatan pada entitas yang diaudit sehingga tidak mungkin melakukan audit di seluruh area entitas. Pemilihan area kunci dilakukan agar proses audit menjadi efektif dan efisien. Melakukan audit hanya pada area kunci saja diharapkan mampu menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

 

Pemilhan area kunci yang tepat membuat penggunaan sumber daya audit lebih efektif dan efisien dengan memfokuskan sumber daya tersebut pada area audit yang memiliki nilai tambah maksimum. Hal ini jelas lebih efektif daripada mengalokasikan sumber daya audit pada seluruh area secara merata.

 

Penentuan area kunci dapat dilakukan berdasarkan faktor pemilihan yang terdiri atas resiko manajemen, signifikansi suatu program (yang mencakup materialitas keuangan, batas kritis keberhasilan, dan visibilitas), dampak audit, dan auditabilitas.

Berkaitan dengan artikel sebelumnya mengenai struktur organisasi dan tupoksi Direktorat Jenderal Anggaran, kali ini akan penulis akan berusaha memaparkan mengenai area kunci dari Direktorat Jenderal Anggaran.

 

Analisis untuk menentukan area kunci menggunakan pendekatan faktor pemilihan pada lima fungsi utama DJA, yaitu:

  • perumusan kebijakan di bidang penganggaran;
  • pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran;
  • penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran;
  • pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran; dan
  • pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran.

 

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pemeringkatan atas area audit potensial adalah sebagai berikut:

  • Risiko manajemen, yaitu risiko bahwa entitas atau area yang akan diaudit melakukan tindakan ketidakekonomian, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan.
  • Signifikansi, yaitu signifikansi dari suatu area audit yang berkaitan dengan tingkat besar kecilnya pengaruh kegiatan tersebut terhadap entitas secara keseluruhan. Di sini tim audit berfokus pada tingkat material finansialnya.
  • Dampak potensial dari audit kinerja, yang meliputi unsur efektifitas, peningkatan perencanaan, pengendalian dan pengelolaan, serta peningkatan akuntabilitas efisiensi, ekonomi, dan kepentingan mutu pelayanan. Dalam hal ini kepentingan umum dimasukkan sebagai salah satu faktor pertimbangan dalam pembobotan karena entitas yang diaudit memberikan pelayanan kepada masyarakat. Aspek kepentingan umum berkaitan dengan aspek sosial ekonomi kegiatan dan pentingnya pengoperasian kegiatan bagi parlemen dan publik.
  • Auditabilitas, berkaitan dengan kemampuan tim audit dalam melaksanakan audit berdasarkan standar profesional.

 

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka telah diputuskan bahwa area audit potensial untuk Direktorat Jenderal Anggaran adalah pada fungsi “perumusan kebijakan di bidang penganggaran” dan “pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran”. Area audit potensial ini akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan area kunci di DJA.

 

Adapun area kunci di DJA berdasarkan area audit potensial yang telah ditentukan adalah:

  1. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara pada Bagian Umum pada Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Anggaran
  2. Seluruh subbagian pada bagian Perencanaan dan Keuangan pada Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Anggaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s